Pembuktian Matematis Bahwa 0.99 = 1

Ternyata 0.99 meski dibulatkan atau tidak dibulatkan memang sama dengan satu (0.99=1). Tulisan ini saya dapatkan di sebuah forum, dan karena cukup unik maka saya posting di blog ini. Lihat sendiri kenyataannya melalui pembuktian dibawah ini:

0.33 = 1/3.
3 dikali 1/3 = 3/3.
3/3 = 1.
0.33 dikali 3 = 0.99.
3/3 = 0.99.
0.99 = 1.

Nah lho…? Bingung atau mengerti? Apa komentar anda?

Inilah Bumi 250 Milyar Tahun Mendatang

pangea proxima

Inilah gambar Bumi 250 Milyar tahun kemudian berdasarkan teori Pangea Ultima. Bumi kembali menyatukan daratan-daratannya yang telah terpisah-pisah saat ini. Dapat kita lihat pada gambar, Benua Amerika, Afrika, Eropa, dan Asia menjadi satu daratan. Sedangkan Australia dan Antartika menjadi satu daratan lainnya yang terpisah. Samudra Pasifik meluas dan Samudra Hindia menjadi sebuah danau besar yang dikelilingi bekas daratan Amerika Selatan, Afrika, Asia Selatan, dan Asia Tenggara. Samudra Atlantik dan sejumlah lautan di sekitar Eropa hilang, termasuk laut Tengah, dan laut Merah. Jepang, Madagaskar, dan Inggris menyatu ke daratan ini. Sungguh luar biasa bukan!? Yang nggak bisa dibayangkan, daratan Indonesia bertemu dengan ujung daratan Amerika Selatan. Apa komentar anda?

Einstein Pintar Karena SAKIT OTAK!!!

Mungkin anda bertanya-tanya, mengapa Einstein, sang perumus teori relativitas dan penemu rumus E=mc2 bisa menjadi sangat pintar? Apakah ia rajin belajar? Apakah otaknya sangat encer dan jenius? Saat ini banyak ilmuwan yang masih menyelidiki hal tersebut dengan memeriksa awetan otak Einstein.
Namun sementara menunggu hasil penelitian itu, saya mempunyai beberapa fakta unik mengapa Einstein dan mengapa ia bisa pintar yang saya coba selidiki sendiri dan cari di internet. Sebagaimana yang diketahui bersama, sebelum Perang Dunia II pecah di Eropa, suku bangsa Yahudi merupakan salah satu suku bangsa terbesar di Eropa dan tersebar dalam berbagai kelompok di berbagai negara. Salah satu kelompok Yahudi itu adalah kelompok Yahudi Ashkenazim.
Kelompok Yahudi Ashkenazim memiliki ciri khas unik. Mereka umumnya memiliki penyakit otak yang menyebabkan otak mereka membesar. Diduga, karena penyakit otak inilah, kelompok ini dikenal sebagai orang-orang ber IQ tinggi dan super jenius. Kebanyakan dari ilmuwan besar dunia berasal dari kelompok Yahudi Ashkenazim ini. Einstein diduga berasal dari kelompok ini karena Einstein adalah seorang Yahudi yang lahir di Eropa, tepatnya di Jerman sebelum pecahnya Perang Dunia II di Eropa dan terjadinya Holocoust.
Fisik kepala Einstein juga memperkuat bukti bahwa Einstein adalah seorang keturunan Yahudi Ashkenazim sehingga wajar ia menjadi ilmuwan sukses. Kepala Einstein memang lebih besar dibandingkan kepala orang rata-rata. Kini kelompok Yahudi Ashkenazim sudah hampir punah karena pengaruh Holocoust, pembantaian NAZI terhadap kaum Yahudi yang masih kontroversial. Sebagian keturunan dan sisa kelompok ini banyak yang menetap di Amerika.
Jadi satu kesimpulan tulisan ini: “Einstein pintar bukan karena belajar, melainkan karena SAKIT OTAK!!!”

Dinosaurus Berenang?

Ternyata penemuan terhadap fosil dan jejak-jejak dari dinosaurus yang banyak ditemukan di daerah yang dulunya perairan saat zaman purba semakin menguatkan ilmuwan bahwa dahulunya banyak dinosaurus yang dapat berenang. Hal ini menjawab pertanyaan para ilmuwan, apakah dinosaurus bisa berenang. Penyelidikan terhadap anatomi dan ekologi dinosaurus menunjukkan kemungkinan itu terjadi namun sangat sedikit bukti yang mendokumentasikan perilaku ini. Banyaknya penemuan terhadap hal itu akhir-akhir ini akhirnya dapat menjawab pertanyaan ilmuwan dan membuka pintu bagi penelitian baru.

Jejak Dinosaurus di Danau Purba Cemesros
Di Ceruk Cemesros, Spanyol yang merupakan bekas danau raksasa purba sejumlah ilmuwan berhasil menemukan jejak sepanjang 15 meter. Jejak yang berusia sekitar 125 juta tahun itu diduga merupakan milik dinosaurus pemakan daging. Jejak berbentuk S menunjukkan cakar hewan itu di dasar danau ketika berenang sekitar tiga meter di air. Tanda adanya hewan itu usianya sekitar 125 juta tahun berasal dari awal zaman Cretaceous, kata tim penulis di Jurnal Geology. Jejak yang ditemukan tersebut merupakan jejak dari kaki kiri dinosaurus tersebut. “Kami menemukannya sekitar tiga atau empat tahun lalu,” jelas Dr Loic Costeur, paleontologi di Universitas Nantes, Perancis dan salah seorang penulis makalah itu. “Ceruk Cameros memiliki ribuan jejak kaki dari berbagai dinosaurus namun ketika kami melihatnya kami langsung yakin ini adalah dinosaurus berenang. Jejak yang terlindung di batu pasir tersebut terdiri dari 12 jejak berturut-turut masing-masing dengan dua atau tiga tanda cakar. “Jejak kaki itu benar-benar khusus dalam bentuk dan morfologinya. Jejak-jejak itu tidak sama dengan jejak kaki hewan jalan,” kata Dr Costeur. Bersamaan dengan penemuan jejak ini, para ilmuwan tersebut juga menemukan cara bagaimana dinosaurus tersebut berenang. Menurutnya, dinosaurus tersebut berusaha melawan arus air ketika berenang dan berusaha untuk tetap bergerak lurus. Dengan menggerakkan dua bagian belakangnya: gerak mendorong panggul, dinosaurus tersebut berenang di air. “Gaya berenangnya diperkuat jalan dengan gerakan mirip yang digunakan binatang berkaki dua termasuk burung air,” tutur dokter Costeur.

Sauropoda Yang Mengambang di Air
Di Kanada, Dr. Donald Henderson dari Universitas Calgary juga menemukan hal yang sama. Ia membuktikan bahwa dinosaurus terbesar dan terberat yang pernah ada juga dapat berenang dan mengambang di air. Melalui simulasi komputer, Dr Henderson meneliti bagaimana hewan-hewan yang sudah punah itu bergerak saat berada di danau atau sungai. Ia menemukan bahwa raksasa multi ton, Sauropoda ternyata bisa mengambang di air. Dalam detail riset yang dimuat dalam journal ilmiah Biology Letters, disebutkan, Dr Henderson telah mengembangkan simulasi komputer unik. Simulasi itu dipakai untuk meneliti apa yang akan terjadi bila seekor sauropoda masuk ke air yang dalam, apakah ia akan tenggelam atau mengambang. “Kami memanfaatkan model komputer yang dipakai untuk meneliti buaya yang sedang beranang. Namun secara main-main, kami mencoba memasukkan Sauropoda dalam simulasi. Hasilnya hewan tersebut dapat mengambang,” ujar Dr. Henderson. Ilmuwan tersebut menguji simulasi menggunakan empat dinosaurus dari keluarga sauropod yang paling dikenal: Apatosaurus, Brachiosaurus, Camarasaurus dan Diplodocus. Keempatnya ternyata mengapung dalam air ketika simulasi dijalankan. “Mereka semua sepertinya hidup dekat air, namun bila air itu terlalu dalam, mereka sepertinya akan mengalami kesulitan,” kata Dr Henderson. Dikatakannya, walau bisa mengambang, tetapi bentuk tubuh hewan itu akan membuatnya terguling ke samping. Namun leher panjangnya bakal menghindarkan mereka dari kemungkinan terbalik. Saat fosil Sauropoda pertama kali ditemukan tahun 1800-an, beberapa panteolog meyakini dinosaurus ini adalah aquatik karena ukurannya sangat besar. Teori tersebut mendapat tantangan akhir tahun 1940-an, ketika seorang ilmuwan AS mengatakan bila seekor sauropoda menyelam dalam air, tekanan yang diterimanya akan mengacaukan kinerja paru-paru dan aliran udara tubuhnya, serta bisa berakibat kematian. Pandangan di atas didasarkan pada pertimbangan bahwa sauropoda memiliki tubuh sangat padat yang akan membuatnya tenggelam ke dasar danau. Namun penelitian lebih lanjut menemukan bahwa hewan tersebut memiliki tulang belakang berlubang dan berisi udara yang memungkinkan mereka mengambang di air. Namun para ilmuwan belum bisa mengetahui pasti, apakah Sauropoda betul-betul dapat berenang dengan stabil atau tidak. Lain lagi dengan pendapat Profesor Martin Lockley, seorang ahli geologi dari Universitas Colorado. Menurutnya Sauropoda lebih suka di darat daripada di air. Ia mengatakan bahwa Sauropoda hanya berada di perairan untuk minum. “Kami juga menemukan fosil-fosil Sauropoda di daratan seperti di Morrison Formation, yang jutaan tahun lalu kondisinya semi kering dan tidak banyak memiliki air,” lanjut Profesor Lockley. Di lain pihak, para palaeontolog lain sebelumnya menemukan pula fosil berupa jejak-jejak yang menunjukkan bahwa Sauropoda mampu berenang, Jejak memfosil dimaksud, diyakini dibuat oleh beberapa Sauropoda yang berenang di sepanjang dasar sungai atau danau menggunakan kaki-kaki depannya saja. Dikatakan Dr Henderson, jejak-jejak itu mungkin berasal dari Brachiosaurus yang dengan kaki-kaki depannya menjejak dasar sungai untuk melenting ke depan.

Ditemukan! Dinosaurus Burung Perenang
Bukti bahwa dinosaurus juga bisa berenang juga ditemukan di sepanjang pesisir laut purba di Wyoming. Jejak-jejak dinosaurus yang selama ini belum dikenal membuktikan hal itu. Jejak tersebut diperkirakan dibuat sekitar 165 juta tahun lalu ketika seekor dinosaurus berkaki dua setinggi 1,8 meter memasuki air dan lambat laun tidak lagi menginjak dasar air, karena mulai berenang. “Ukurannya hampir sebesar burung onta, dan ia adalah pemakan daging. Jejaknya menunjukkan hewan ini berjalan di sepanjang garis pantai lalu mulai berenang, mungkin untuk mencari ikan atau bangkai,” kata Debra Mickelson, peneliti lulusan Universitas Colorado di Boulder. Penemuan Mickelson ini merupakan sebuah temuan besar. Selain membuktikan bahwa Dinosaurus dapat berenang, ini juga bukti pertama danya dinosaurus di sini selama periode Jurassic pertengahan. Sampai saat ini pencarian jejak hewan ini akan diteruskan, terutama untuk mencari tulang belulangnya. Belum ada nama yang diberikan pada hewan perenang tersebut. Mickelson memperkirakan jika dinosaurus perenang yang ditemukannya ini mempunyai karakteristik seperti burung, bahkan mungkin juga ia adalah nenek moyang burung. Ia hidup pada periode yang jauh sebelum dinosaurus besar ditemukan dan juga berbeda dengan jenis seperti Tyrex atau Allosaurus. Jejak-jejaknya tercetak di dataran kuno yang dijuluki Sundance Sea, bekas lautan yang dahulu menutupi Wyoming, Colorado, dan bagian-bagian barat AS lainnya. Tempat itu dahulu diperkirakan hangat dan memiliki perairan dangkal seperti Teluk Meksiko saat ini. “Dinosaurus perenang ini memiliki empat kaki dan berjalan dengan kaki belakangnya, yang masing-masing berjari tiga. Jejaknya memperlihatkan dinosaurus tersebut semakin mengambang ketika ia makin jauh masuk ke air. Jejak utuhnya lama-lama menjadi setengah, kemudian menjadi jejak kukunya saja, lalu menghilang.” ujar Mickelson. Bersama jejak ini juga ditemukan jejak buaya purba dan cacing-cacing laut.

Komputer Dari Yunani Kuno

Tahukah kamu kalau kata komputer yang dipakai saat ini berasal dari kata Computer dari bahasa Yunani Kuno yang artinya mesin hitung. Ternyata adanya kata Computer dalam bahasa Yunani Kuno ini karena bangsa Yunani memang telah menciptakan Komputer sejak 2000 tahun yang lalu. Penelitian yang telah dilakukan sejak tahun 1901 menemukan sebuah benda peninggalan dari sebuah puing-puing di dasar laut pulau Antikythera dengan bentuk seperti sebuah jam beker yang berusia paling tidak 2.000 tahun lalu. Dalam penelitian yang lebih lanjut yang dilakukan Derek J. De Solla Price menunjukkan bahwa mekanisme benda ini adalah seperti yang kini digunakan sebagai komputer (mesin hitung) untuk mengukur pergerakan bintang-bintang dan planet-planet. Selanjutnya dalam penjelasannya pada Scientific American, De Solla juga menjelaskan adanya sebuah alat hitung kalender beroda gigi dari kebudayaan Islam abad ke-13 yang tersimpan di Museum Sejarah Iptek, Oxford yang konsep kerjanya seperti yang telah ditulis oleh ahli astronomi, Al Biruni pada 1.000 M. Peralatan yang dibuat oleh peradaban Islam itu lebih sederhana daripada mekanisme Antikythera namun memperlihatkan banyak kesamaan pokok detil teknis yang digunakan diantara keduanya. “Dari ini tampaknya peradaban Antikythera seolah-olah telah lenyap dari kita namun muncul dan dipahami oleh orang-orang Arab (Islam). Hingga lalu masuk ke peradaban Eropa pada abad pertengahan menjadi dasar teknologi jam modern” ujar De Solla. Mekanis Antikythera ini kini disimpan di Museum Arkeologi Nasional, Athena, Yunani.

« Tulisan sebelumnya