Tentang Saya, Akuntansi, dan Jurnalistik

Dodi Prananda, salah seorang rekan dan junior saya di P’Mails yang sangat bersemangat dan atraktif meminta saya untuk diwawancarai dan dimuat di Singgalang untuk profil mahasiswa berprestasi. Pada awalnya saya menolak karena sebagai mahasiswa saya merasa masih belum bisa dikatakan berprestasi. Tapi setelah diminta kembali dengan berbagai pertimbangannya bahwa saya layak untuk dimuat, akhirnya saya bersedia diwawancarai Dodi.

Banyak hal yang ditanya oleh Dodi. Beberapa diantaranya adalah pertanyaan yang agaknya sulit saya jawab karena hal tersebut agaknya menyangkut mengenai pemikiran saya yang hanya bisa dijawab sempurna seandainya dia bisa melihat langsung jawabannya di otak dan hati saya. Soalnya dalam beberapa hal, saya cenderung berpikiran sangat dalam sebelum melakukan ataupun memutuskan suatu tindakan, termasuk apa yang ditanyakan oleh Dodi tersebut.

Berikut adalah beberapa pertanyaan yang diajukan oleh Dodi:

Apa alasan Bang Emil melanjutkan pendidikan di jurusan Akuntansi?
Jika melihat alasan kenapa abang dulu memilih jurusan akuntansi, maka ada beberapa alasan. Pertama, akuntansi berbeda dengan ilmu sosial lainnya. Menurut abang, kebanyakan ilmu sosial lainnya cenderung memiliki teori yang bersifat kualitatif dan secara umum dapat dipelajari sendiri tanpa harus belajar khusus, misalnya dengan membaca buku atau malah justru sudah merupakan bakat yang dimiliki oleh setiap orang karena manusia adalah makhluk sosial sehingga sedikit banyak ilmu-ilmu sosial tersebut dimiliki oleh manusia, meski hanya dalam bentuk aplikatif dan bukan teori seperti yang terdapat di dalam buku. Seseorang yang ahli berbicara dan berorasi misalnya, secara aplikatif dapat dikatakan memiliki ilmu komunikasi yang bagus meski orang tersebut tidak mengetahui persis teori-teorinya dan kuliah di jurusan komunikasi. Sementara akuntansi berbeda dengan ilmu sosial lainnya. Akuntansi itu baik secara teori ataupun aplikasinya memiliki metode tersendiri yang hanya dapat dikuasasi melalui pembelajaran yang mendalam terhadap ilmunya. Kedua, meskipun seseorang yang kuliah di jurusan akuntansi seharusnya menjadi seorang akuntan, namun seseorang yang kuliah akuntansi sebenarnya fleksibel terhadap jenis lapangan pekerjaan lainnya. Seorang akuntan dapat menjadi manajer, auditor, dosen, pengusaha, bahkan politikus dan diplomat sekalipun. Banyak contoh orang yang berhasil setelah kuliah di jurusan akuntansi. Menteri Keuangan dan Direktur Utama Garuda saat ini misalnya, berasal dari jurusan akuntansi UI.

Abang kan salah satu nih dari penerima PPKB 2009/2010 untuk jurusan Akuntansi, bisa ceritain nggak perjuangan dari awal hingga bisa sampai dapat?
Semua dimulai saat abang baru naik ke kelas XII SMA. Saat itu abang masih sibuk kegiatan non-akademik sehingga membuat orangtua khawatir tentang nasib pendidikan abang selanjutnya. Abang tidak terlalu memikirkan risiko seburuk itu karena insyaallah abang masih dapat membagi waktu antara belajar dan kegiatan non-akademik lainnya dengan baik. Namun karena orangtua abang terus khawatir, akhirnya abang berjanji kepada kedua orangtua abang untuk mendapatkan satu kursi di universitas terbaik di negara ini sebelum tamat SMA dan meminta mereka tidak khawatir!
Alhamdulillah karena nilai rapor dan prestasi abang dinilai cukup baik oleh guru, abang ditawari kesempatan untuk mengambil PPKB UI. Tentu kesempatan tersebut tidak abang sia-siakan. Nah, disaat pemilihan jurusan untuk PPKB UI, abang dihadapi risiko besar mengambil jurusan terfavorit dan sulit ditembus, akuntansi UI. Dengan niat dan tekad yang tulus, ditambah doa dan ridho dari orangtua, abang mengambil risiko tersebut. Alhamdulillah, ketika diumumkan bulan Januari 2010, abang dinyatakan diterima di akuntansi UI. Yang lebih menyenangkan bagi abang adalah melihat betapa bangganya kedua orangtua saat mengetahui abang diterima di akuntansi UI.

(Baik sesudah duduk di Akun UI, ataupun pra-nya) Hal menarik apa yang abang rasakan berkecimpung dengan ilmu Akuntansi?
Hal menarik yang abang rasakan dari ilmu akuntansi adalah melihat betapa uniknya metode-metode pencatatan keuangan dan pembuatan laporan keuangan. Masalah-masalah dalam dunia akuntansi selalu menantang dan menarik untuk dipecahkan.

Bisa ceritakan seberapa interestnya abang ingin menjadi seorang Akuntan? Sebutkan juga alasan kenapa pengen jadi Akuntan?
Kuliah di jurusan akuntansi, tentu menjadi akuntan adalah tujuan abang setelah lulus. Indonesia saat ini masih kekurangan akuntan dalam menyusun laporan pertanggungjawaban seperti laporan keuangan yang akuntable, auditable, dan transparan. Banyak masalah keuangan yang terjadi di negara ini karena kurangnya akuntan dalam mengelola hal tersebut.

Selain ingin menjadi Akuntan, apa obsesi abang yang lain?
Menjadi akuntan memang bukan satu-satunya tujuan abang. Abang juga ingin menjadi politikus, diplomat, dan pengusaha.

Selama di SMA, abang kan tercatat cukup banyak mengantongi prestasi, prestasi mana yang paling berkesan?
Semua prestasi memiliki kesan tersendiri. Mungkin yang paling berkesan adalah saat abang terpilih menjadi salah seorang pertukaran pelajar ke Jepang dalam program Asean-Jenesys tahun 2009. Mengenal kultur dan budaya negara lain, apalagi melihat kemajuan teknologi dan pendidikan negara tersebut membuat abang bersemangat untuk membangun bangsa ini agar dapat menjadi negara maju seperti Jepang.

Bisa ceritakan bagaimana nikmatnya menjadi mahasiswa UI?
Tentunya bangga menjadi salah seorang mahasiswa universitas terbaik di negara ini, dilihat dari kualitas pendidikan dan kesempatan yang banyak diperoleh mahasiswa UI dalam lapangan pekerjaan dan organisasi. Namun menjadi mahasiswa UI bukanlah sebuah kenikmatan, melainkan sebuah tanggung jawab dan perjuangan yang berat. Bangsa Indonesia berharap banyak terhadap lulusan-lulusan dari UI karena terbukti sepanjang sejarah bangsa ini, lulusan dari UI begitu banyak memberi pengaruh bagi kemajuan bangsa ini. Selain itu, persaingan yang ketat juga membuat kita tidak bisa bersantai dan terlena begitu saja dengan predikat mahasiswa UI.

Selain punya riwayat prestasi yang kredibel, abang juga punya abilitas dalam dunia jurnalistik, kenapa nggak ingin mendalaminya?
Lima tahun lebih abang mendalami dunia jurnalistik dan abang cukup banyak belajar kepada mereka yang ahli di bidang ini. Mungkin dasar-dasar dari dunia jurnalistik sedikit banyak telah abang pahami. Tapi karena selama ini abang hanya menjadi orang yang mewawancarai orang-orang hebat dari berbagai bidang, suatu saat abang pun ingin menjadi orang hebat yang diwawancarai dan dikejar-kejar wartawan. Hahaha… Yang lebih penting dari itu, setidaknya dengan pengalaman abang di dunia jurnalistik sampai sekarang ini, maka untuk mendapatkan relasi dan berhubungan baik dengan berbagai orang menjadi lebih mudah.

Apa target dan ekspektasi bang Emil ke depan? baik jangka pendek maupun jangka panjang
Target jangka pendek: Lulus 3,5 tahun dengan IPK Cumlaude, memenangkan perlombaan tingkat internasional.
Target jangka panjang: Menlanjutkan pendidikan di tempat bergengsi di luar negeri, yaitu Harvard Business School. Paling sial jadi menteri, sesuai jargon mahasiswa FEUI dong, hahaha…

Hasil wawancara ini sendiri akhirnya dimuat di Singgalang minggu, 6 Maret 2011. Bagi yang berkenan, silahkan melihat dan kasih tahu bagaimana artikelnya dimuat karena sampai saat ini saya sendiri belum melihat koran tersebut.

Updated. Beberapa minggu setelahnya, saya mendapatkan kiriman koran Singgalang edisi yang memuat profil saya tersebut dari orangtua saya. Sayangnya, bagian yang menurut saya penting dan keren dipotong oleh Dodi. Tapi, saya ucapkan terima kasih dan apresiasinya buat Dodi yang sudah menuliskan dengan baik profil saya tersebut.

Comments
2 Responses to “Tentang Saya, Akuntansi, dan Jurnalistik”
  1. Dodi Prananda mengatakan:

    Jadi bang emil belum baca korannya?

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: