Anak SMA jadi Calon Walikota Padang!
Mei 3, 2008 pada 3:20 pm (Umum)
Melihat Pak Arry Akhmad Arman, seorang blogger yang berniat jadi wakil walikota Bandung dari calon independen, saya pun punya niat serupa, jadi walikota Padang dari jalur independen. Apalagi pendaftaran untuk menjadi kepala daerah dari calon independen udah dibuka tahun ini sehingga saya pun berniat mendaftarkan diri. Selain itu, calon independen dan calon muda tampaknya menjadi favorit di Kota Padang tahun ini, selain calon yang diusung partai yang umumnya tua-tua (45 tahun ke atas).
Untuk bisa melakukan pencalonan secara sah, pasangan calon dari pihak perseorangan (independen) harus dapat memperlihatkan dukungan dari masyarakat, minimal 3% dari jumlah populasi penduduk. Untuk Padang yang punya penduduk lebih kurang 800.000 orang, saya rasa mencari dukungan sebanyak 24.000 orang insya allah bisa dicapai.
Ada beberapa hal yang menyebabkan saya tertarik menjadi calon walikota Padang. Namun hal yang paling utama adalah untuk memajukan pembangunan di Kota Padang secara menyeluruh, hingga ke pelosok wilayah, baik pembangunan fisik atau non-fisik secara berimbang. Agaknya saya kecewa dengan pemerintahan walikota sekarang yang terlalu memfokuskan pada pembangunan non-fisik sehingga dari waktu ke waktu tidak tampak perkembangan kota Padang.
Tapi sayang, saya hanya seorang murid SMA kelas 1 berumur 15 tahun. Lebih muda 10 tahun dari syarat umur yang diperbolehkan yaitu 25 tahun. Mungkin baru pada atahun 2017 atau 2018 impian saya untuk menjadi calon walikota independen pada saat saya berumur 25 tahun.
Tapi, ngomong-ngomong soal anak SMA jadi calon walikota, di Amerika Serikat hal ini malah pernah terjadi. Adalah Michael Sessions, siswa SMA berusia 18 tahun (kira-kira kelas 3 SMA), yang menjadi walikota di Michigan, mengalahkan calon incumbent Doug Ingles dengan suara 732-668. Jadi walikota di Amerika Serikat sepertinya tidak butuh dukungan partai dan batasan umur yang jelas sehingga calon independen seperti Michael Sessions bisa menjadi walikota. Tulisannya bisa dibaca disini.
Yah, sambil menunggu pilkada kota Padang untuk 10 tahun yang akan datang, saya lagi siapkan segudang visi dan misi buat dijual pas kampanye nanti. Mudah-mudahan niat tulus saya untuk memajukan kota Padang tercapai. Ada yang mau mendukung?
Wassalam,
Cesar Zehan Camille
Calon Walikota Padang (2018-2023)

abahoryza berkata,
Mei 5, 2008 pada 2:00 pm
mantap bro …
Anang berkata,
Mei 6, 2008 pada 8:43 am
sip.. semoga kelak bisa jadi pemimpin sesungguhnya
Blogger for Walikota « Anang’s Wordpress berkata,
Mei 6, 2008 pada 8:58 am
[...] menarik lainnya adalah, ada seorang anak SMA di Padang yang mencalonkan dirinya menjadi seorang walikota Padang. Filed under: Uncategorized [...]
det berkata,
Mei 6, 2008 pada 11:02 am
ah jangan cuman cari sensasi dong.. jelas2 dari sarat usia ndak bisa..
semua anak SMA bisa aja bilang begitu..
suci berkata,
Mei 6, 2008 pada 2:09 pm
wew! sepuluh taon lagi…gw dukung dah! sayangnya gw bukan warga padang hehe
2018 Jadi Walikota, 2029 Jadi Presiden RI « Republic of Cesar berkata,
Mei 6, 2008 pada 2:59 pm
[...] widget ← Anak SMA jadi Calon Walikota Padang! [...]
NdaruAlqaz berkata,
Mei 7, 2008 pada 5:15 pm
wuih… mantap… semoga jadi pemimpin yang baik…
raka berkata,
Mei 10, 2008 pada 9:43 pm
sabar dek.., masih ada waktu membenahi diri samapi 10 tahun lagi. semoga sukses ntar
Fe berkata,
Mei 28, 2008 pada 2:39 pm
yaa..raka barusan bagus banget tuh comment nya..saat sekarang ini kamu gunain bwt membenahi diri dl..kamu prediksi dr skrg kira2 hal apa saja yg bakal kamu kerjakan nanti, jadi ya semacam proyek jangka panjang gtu…Smua orgboleh bercita2..aku juga bercita2 utk menjadi the next RI President…
Akan kah kita berseteru nantinya? laksana Hillary dan Obama? atw Gus Dur dan Mega?
Smoga aja g…
zellan bode berkata,
Juni 6, 2008 pada 1:24 pm
uni setuju bana tu diak,
bilo paralu joint wak baduo..!
awes pip berkata,
Juni 27, 2008 pada 9:52 pm
Nah begitu baru mantaf, anak muda cita2 bangun bangsanya sangat bagoes itu. Coba generasi muda kita banyak yang pikirannya kayak Cesar, polisi gak repot2 nangkepin para pengguna narkoba. Pasti anak muda akan berani nolak “tidaakkkkkk….pada narkoba. Meski generasi tua juga banyak yang tergiur narkoba. Paling tidak, anak muda akan ikut perangi barang haram perusak otak itu. Pastinya lagi kalau suasananya demikian narkoba gak marak, BNN gak perlu ada. Hehehe….maaf bukan maksud kampanye…..cuma ingetin doang.
choirul berkata,
Juli 7, 2008 pada 5:42 pm
hebat masih muda udeh punua keinginan jadi walikota, gue aje yang baru lulus sma pengen jadi presiden…