Download PC MAV 1.0 Final Release

Akhirnya PC Media mengeluarkan rilis terakhir dari PC MAV 1.0. PC MAV versi 1.0 ini merupakan versi terakhir dari seluruh PC MAV RC yang telah ada (1-24) sekaligus membuka awal untuk PC MAV 2.0.
Anda bisa mendapatkannya pada Majalah PC Media edisi bulan Maret, PC Mild, atau langsung mendownloadnya melalui link dibawah ini:

Download PC MAV 1.0 Final Release:
Link 1 I Link 2
Copyright: PC Media
Link by: http://akhdian.wordpress.com/

Yang Lebih Hebat dari Grand Canyon AS

Jika Amerika Serikat mempunyai Grand Canyon, Sumatera Barat juga punya yaitu Lembah Harau. Memang sih, tidak sebesar, sedalam, dan seterkenal Grand Canyon, namun Lembah Harau memiliki keunikan tersendiri karena memiliki legenda tentangnya dan Lembah Harau juga memiliki asal usul pembentukan yang sama dengan Grand Canyon. Lembah Harau juga memiliki kekayaan alam yang luar biasa dan lebih banyak dari Grand Canyon yang hanya memiliki tebing batu yang curam.
Lembah Harau terletak di Kabupaten Lima Puluh Kota, sekitar 15 km dari Payakumbuh, Sumatera Barat. Menurut legenda, dahulunya Lembah Harau merupakan wilayah lautan, seperti halnya Grand Canyon yang konon juga pernah menjadi wilayah lautan. Suatu ketika, Raja Hindustan bersama istri dan anaknya, Putri Sari Banilai berangkat ke suatu tempat untuk merayakan pertuinangan Putri Sari Banilai dengan seorang pemuda bernama Bujang Juaro dengan menggunakan kapal. Sebelum berangkat, Sari Banilai pernah bersumpah dengan tunangannya, apabila ia ingkar janji maka ia akan berubah menjadi batu dan apabila Bujang Juaro yang ingkar janji, maka ia akan berubah menjadi Ular.
Namun dalam perjalanan, kapal tersebut terbawa gelombang dan terdampar di sebuah selat (yang sekarang menjadi Lembah Harau tersebut). Perjalanan terpaksa dihentikan dan agar tidak karam, kapal itu ditambatkan pada sebuah batu besar yang terdapat di pinggiran bukit (bukit tersebut sekarang dinamakan Bukit Jambu). Batu tempat tambatan kapal itu sekarang dinamakan Batu Tambatan Perahu.
Setelah itu, seorang raja yang memerintah wilayah Harau dan sekitarnya pada waktu itu menolong Raja Hindustan. Lama kelamaan, hubungan mereka terjalin baik dan Raja Hindustan ingin menikahkan putrinya dengan pemuda setempat bernama Rambun Paneh.
Akhirnya Putri Sari Banilai menikah dan memiliki seorang putra. Suatu ketika anak tersebut bermain di dekat laut dan tiba-tiba mainan yang dimainkannya jatuh ke dalam laut. Putri Sari Banilai, ibunya kemudian terjun ke laut untuk mengambilkan mainan tersebut. Sungguh malang, ombak datang menghempaskan dan menjempit tubuhnya pada dua batu besar. Sari Banilai sadar, bahwa ia telah ingkar janji pada tunangannya dahulu, Bujang Juaro. Dalam keadaan pasrah, ia berdoa pada Yang Maha Kuasa, supaya air laut jadi surut. Doanya dikabulkan, tidak berapa lama kemudian air laut menjadi surut. Ia juga berdoa, seandainya ia membuat kesalahan ia rela dimakan sumpah menjadi batu. Tidak lama berselang, perlahan-lahan tubuh Putri Sari Banilai berubah menjadi batu.
Mungkin legenda tersebut tidak lebih dari isapan jempol. Namun berdasarkan hasil survey tim geologi dari Jerman (Barat) pada tahun 1980, dikatakan bahwa batuan perbukitan yang terdapat di Lembah Harau adalah batuan Breksi dan Konglomerat. Ini membuktikan bahwa Lembah Harau dahulunya memang lautan, persis seperti apa yang diceritakan legenda tentangnya.
Sejak masa penjajahan kolonial Belanda, Lembah Harau telah menjadi tujuan wisata masyarakat karena keunikan dan keindahannya. Tebing-tebing granit dengan tinggi lebih kurang 80-300 meter dengan bentuknya yang unik berwarna kemerah-merahan mengelilingi lembah. Sebagian pemanjat yang telah mengunjungi tempat ini memberi julukan Yosemite-nya Indonesia.
Sebuah monumen peninggalan Belanda yang terletak di kaki air terjun Sarasah Bunta merupakan bukti bahwa Lembah Harau sudah sering dikunjungi orang sejak 1926. Pada monumen itu tertera tanda tangan Asisten Residen Belanda di Lima Puluh Kota saat itu, F. Rinner, dan dua pejabat Indonesia, Tuanku Laras Datuk Kuning nan Hitam dan Datuk Kodoh nan Hitam.
Di sekitar Lembah Harau ini, juga terdapat cagar alam dan suaka margasatwa seluas 270,5 hektar yang ditetapkan pada 10 Januari 1993. Di sini terdapat hutan hujan tropis dataran tinggi serta sejumlah binatang yang dilindungi. Fauna tersebut diantaranya monyet ekor panjang (Macaca fascirulatis), siamang (Hylobatessyndactylus), simpai (Presbytis melalopos), harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrensis), beruang (Helarctos malayanus), tapir (Tapirus indicus), kambing hutan (Capriconis sumatrensis), dan landak (Proechidna bruijnii), serta 19 spesies burung lainnya yang dilindungi.
Lembah Harau juga ditetapkan sebagai taman wisata sejak 1979. Potensi taman wisata ini adalah empat buah air terjun, gua, celah alam, dan tebing terjal membentuk suatu pemandangan yang indah dan menakjubkan. Untuk melengkapinya, di sekitar Lembah Harau juga terdapat berbagai fasilitas rekreasi berupa kolam pemandian, tempat berkemah, dan jalan setapak untuk hiking. Tidak rugi jika kamu memasukkannya ke dalam daftar tempat wisata yang harus kamu kunjungi tahun ini.