Einstein Pintar Karena SAKIT OTAK!!!

Mungkin anda bertanya-tanya, mengapa Einstein, sang perumus teori relativitas dan penemu rumus E=mc2 bisa menjadi sangat pintar? Apakah ia rajin belajar? Apakah otaknya sangat encer dan jenius? Saat ini banyak ilmuwan yang masih menyelidiki hal tersebut dengan memeriksa awetan otak Einstein.
Namun sementara menunggu hasil penelitian itu, saya mempunyai beberapa fakta unik mengapa Einstein dan mengapa ia bisa pintar yang saya coba selidiki sendiri dan cari di internet. Sebagaimana yang diketahui bersama, sebelum Perang Dunia II pecah di Eropa, suku bangsa Yahudi merupakan salah satu suku bangsa terbesar di Eropa dan tersebar dalam berbagai kelompok di berbagai negara. Salah satu kelompok Yahudi itu adalah kelompok Yahudi Ashkenazim.
Kelompok Yahudi Ashkenazim memiliki ciri khas unik. Mereka umumnya memiliki penyakit otak yang menyebabkan otak mereka membesar. Diduga, karena penyakit otak inilah, kelompok ini dikenal sebagai orang-orang ber IQ tinggi dan super jenius. Kebanyakan dari ilmuwan besar dunia berasal dari kelompok Yahudi Ashkenazim ini. Einstein diduga berasal dari kelompok ini karena Einstein adalah seorang Yahudi yang lahir di Eropa, tepatnya di Jerman sebelum pecahnya Perang Dunia II di Eropa dan terjadinya Holocoust.
Fisik kepala Einstein juga memperkuat bukti bahwa Einstein adalah seorang keturunan Yahudi Ashkenazim sehingga wajar ia menjadi ilmuwan sukses. Kepala Einstein memang lebih besar dibandingkan kepala orang rata-rata. Kini kelompok Yahudi Ashkenazim sudah hampir punah karena pengaruh Holocoust, pembantaian NAZI terhadap kaum Yahudi yang masih kontroversial. Sebagian keturunan dan sisa kelompok ini banyak yang menetap di Amerika.
Jadi satu kesimpulan tulisan ini: “Einstein pintar bukan karena belajar, melainkan karena SAKIT OTAK!!!”

12 Komentar

  1. ikhsan Sube berkata,

    Nopember 26, 2007 pada 9:06 pm

    he he he… salah.. kesimpulannya:

    1. Lo YAHUDI PHOBIA… apa pun yang berhubungan ama yahudi pasti lo anggep jelek, kalo ada yg kebetulan bagus maka pastinya cmn kecelakaan atau rekayasa…

    2. kesimpulan pertama membuat lo jadi sama saja dan gak ada bedanya dgn orang2 barat non-muslim yg selalu mencap sama rata semua orang2 islam, teroris, militan, penindas wanita dsb walau tidak semua seperti itu, tapi opini umum sudah terbentuk dikepala mereka karena kelakuan segelintir umat islam “PALSU”

  2. ozesssss berkata,

    Desember 18, 2007 pada 9:50 am

    Bukankah orang-orang yahudi emang diberikan beberapa kelebihan oleh Allah sebagai karunia yang tidak mereka syukuri bahkan mereka jadi ingkar.diantaranya mereka memiliki kepintaran di atas rata-rata.

  3. hindin berkata,

    Desember 27, 2007 pada 10:10 am

    setuju dengan ikhsan sube.
    Lagi pula, apakah yang nulis blog ini pernah baca biografi Einstein? Atau setidaknya memahami teori relativitas khusus dan bagaimana menurunkan persamaannya? Saya menduga yang nulis blog ini gak tau apapun tentang FISIKA karena gak belajar.
    Einstein sampai hampir gila karena belajar dan bekerja di Laboratorium sebelum akhirnya merumuskan teori relativitas dan menemukan dualitas cahaya. Apakah anda pernah tau fakta itu? Anda pasti gak tau.

    JAWABAN: Tau Donk!!!

  4. Denmaz berkata,

    Januari 24, 2008 pada 10:13 am

    Asallamu’alaikum wr. wb. Saya setuju banget dengan sdr. ikhsan Sube yg mampu melihat dan menerima perbedaan. Lihat nama pasti anda orang Islam, tapi anda tidak ikut2an membenci Israel. Sama seperti harapan saya, kalau semua orang Islam berpikiran seperti itu, saya yakin Islam akan kembali disegani tanpa harus dimusuhi.

  5. Ronkick berkata,

    Januari 26, 2008 pada 2:40 pm

    setuju om Ikhsan, ada cerita yang saya baru baca, salah satu perencana pengebom bunuh diri di Timur Tengah ternyata ada yang pernah nge kos di tempat orang Yahudi di Amerika, tapi begitu di tanya apa dia benci induk semang nya itu, dia bilang engga, soal nya yang dia benci adalah orang yang mengambil tanah mereka di Palestina, ternyata orang-orang itu adalah “kebetulan” Yahudi. Soal otak jenius bukan dari masalah ras tapi campuran antara genetis dan lingkungan, dan yang terbesar adalah lingkungan (belajar). coba deh ubek-ubek sambil belajar 22 jam aja sehari, 6 hari seminggu, 28 hari sebulan. selama belasan tahun aja (ga perlu puluhan tahun0) di Laboratorium sama perpustakaan, pasti kalo ga sama atau lebih dari Einstein, minimal ga gebleg-gebleg amat kalo di adu sama die!

  6. anto berkata,

    Maret 14, 2008 pada 2:55 am

    emang holocaust itu ada??

  7. nida nur berkata,

    April 3, 2008 pada 5:36 pm

    ya, mungkin memang benar bahwa Einstein itu pintar karena sakit otak, tapi sedikit ragu karena bukankah kepintaran seseorang itu datangnya dari Allah SWT? Jadi ana hanya berpendapat bahwa Einstein itu pintar karena hidayah dari Allah SWT…Syukron…wass,zajakallah khoiron katsiiro

  8. nida nur azizzah berkata,

    April 3, 2008 pada 5:44 pm

    Ya,memang benar Einstein itu pintar dan saya pun mengakui kehebatan beliau. Tapi saya kurang sependapat dengan pernyataan bahwa Einstein itu pintar karena sakit otak. Bukankah seseorang pintar itu karena usaha dan hidayah dari Allah SWT?Jadi menurut ana beliau pintar itu karena usaha dan pertolongan dari Akkah SWT..Syukron,wass..Zajakallah Khoiron Khatsiiro..

  9. nida nur azizzah berkata,

    April 3, 2008 pada 5:45 pm

    Ya,memang benar Einstein itu pintar dan saya pun mengakui kehebatan beliau. Tapi saya kurang sependapat dengan pernyataan bahwa Einstein itu pintar karena sakit otak. Bukankah seseorang pintar itu karena usaha dan hidayah dari Allah SWT?Jadi menurut ana beliau pintar itu karena usaha dan pertolongan dari Allah SWT..Syukron,wass..Zajakallah Khoiron Khatsiiro..

  10. agil berkata,

    Juni 12, 2008 pada 5:23 pm

    gua gak sependapat dengan pendapat yg mengatakan einstein itu pintar karena sakit otak.kepintaran itu adalah hidayah dari sang khalik,dan orang 2 yahudi adalah orang yang d anugrahi oleh Allah kecerdasan di atas rata2 tapi mereka tidak mensyukurinya

  11. anonymouse berkata,

    Juli 1, 2008 pada 9:14 pm

    sapa bilang einstein pinter? dasar orang-orang payah, ga pernah mau baca. lu baca dulu ebook berjudul einsteinn hoax yang gue temuin di http://attestantofthetruth.wordpress.com/download/. tuh blog bikinan anak muda cerdas, dengan kontributor yang ga main-main, dan banyak e-book berharga yang bisa kalian download gratis, buat kalian baca supaya otak kalian ngga goblok-goblok amat dan gampang dikibulin yahudi.
    gue bukan muslim kaffah, tapi gue ga seneng sama komentar-komentar yang suka mendiskereditkan islam. apalagi dari orang kafir goblok yang ga bisa baca kitabnya dengan benar. payah.
    yang diatas tadi yang ngomong masalah fisika, sama aja guobloknya bisa diboongin buku pelajaran yang dibikin konspirasi yahudi. sok yes ngomong fisika, bela einstein seenaknya, tanpa mau baca kalo einstein tuh pejiplak besar yang nyuri e-mc2 dari ilmuwan jerman yang jadi musuh yahudi zionis. einstein emang sakit otak, namun pengagumnya lebih parah karena ssakit jiwa. hahha, korban yahudi semua kalian, dasar goyim (sorry gue jadi ikut-ikutan yahudi talmud.)
    whatever, download ebooknya di http://attestantofthetruth.wordpress.com/download/ (gue ulang sekali lagi), baca, pahami, baru komentar. oke? wassalam pathetic goyim

  12. where berkata,

    Juli 18, 2008 pada 3:23 pm

    adaaaw……. memang penyakit otak itu semacam penyakit ras kok… mungkin karena itulah yahudi itu bangsa yang rasis. bukannya membela einstein tapi plis deh ga usah bawa-bawa Islam. orang Islam klo mau pinter kayak einstein ya belajar donk!!! mau sakit otak kayak einstein?? ga ‘kan? tanpa sakit otak kita bisa kok jdi pinter n ga usah ngiri-ngiri gitu. try to understand what other people feel keiiii?????????

Tulis sebuah Komentar