Nopember 24, 2007 pada 5:43 pm (Internet, Komputer)
PC Media Antivirus (PCMAV) 1.0 RC22 (Cleaner dan RTP)

Ulasan mengenai rilis ini bisa dibaca di VirusIndonesia.com.
Dilarang keras menggunakan dan atau memanfaatkan program ini di lingkungan bisnis atau lembaga yang berorientasi profit tanpa memiliki secara sah Majalah PC Media yang menyertakannya.
Download (1,49 MB), pilih dari salah satu server berikut :
DivShare | Indowebster.com | Rapidshare
Update untuk PCMAV 1.0 RC22 (masukkan dalam direktori PCMAV RC22):
- RC22 Update Build1: Via DivShare.com atau IndoUpload.net
PC Media Antivirus (PCMAV) 1.0 RC22
Copyright (c) 2007 Majalah PC Media, A member of Pinpoint Publications
Ctt: Untuk mempermudah download di Raphidshare, anda sebaiknya menggunakan aplikasi untuk pendownload file Raphidshare secara otomatis yang dapat anda download disini.
Link disediakan oleh maseko.com
14 Comments
Nopember 24, 2007 pada 1:39 pm (Sains, Umum, pendidikan)
Mungkin anda bertanya-tanya, mengapa Einstein, sang perumus teori relativitas dan penemu rumus E=mc2 bisa menjadi sangat pintar? Apakah ia rajin belajar? Apakah otaknya sangat encer dan jenius? Saat ini banyak ilmuwan yang masih menyelidiki hal tersebut dengan memeriksa awetan otak Einstein.
Namun sementara menunggu hasil penelitian itu, saya mempunyai beberapa fakta unik mengapa Einstein dan mengapa ia bisa pintar yang saya coba selidiki sendiri dan cari di internet. Sebagaimana yang diketahui bersama, sebelum Perang Dunia II pecah di Eropa, suku bangsa Yahudi merupakan salah satu suku bangsa terbesar di Eropa dan tersebar dalam berbagai kelompok di berbagai negara. Salah satu kelompok Yahudi itu adalah kelompok Yahudi Ashkenazim.
Kelompok Yahudi Ashkenazim memiliki ciri khas unik. Mereka umumnya memiliki penyakit otak yang menyebabkan otak mereka membesar. Diduga, karena penyakit otak inilah, kelompok ini dikenal sebagai orang-orang ber IQ tinggi dan super jenius. Kebanyakan dari ilmuwan besar dunia berasal dari kelompok Yahudi Ashkenazim ini. Einstein diduga berasal dari kelompok ini karena Einstein adalah seorang Yahudi yang lahir di Eropa, tepatnya di Jerman sebelum pecahnya Perang Dunia II di Eropa dan terjadinya Holocoust.
Fisik kepala Einstein juga memperkuat bukti bahwa Einstein adalah seorang keturunan Yahudi Ashkenazim sehingga wajar ia menjadi ilmuwan sukses. Kepala Einstein memang lebih besar dibandingkan kepala orang rata-rata. Kini kelompok Yahudi Ashkenazim sudah hampir punah karena pengaruh Holocoust, pembantaian NAZI terhadap kaum Yahudi yang masih kontroversial. Sebagian keturunan dan sisa kelompok ini banyak yang menetap di Amerika.
Jadi satu kesimpulan tulisan ini: “Einstein pintar bukan karena belajar, melainkan karena SAKIT OTAK!!!”
12 Comments