Download PC MAV RC 21

Akhirnya PC Media Antivirus RC 21 untuk edisi November keluar juga. Selain bisa anda dapatkan di Majalah PC Media atau PC Mild, anda bisa mendownloadnya pada link dibawah ini:
DivShare | Indowebster.com | Rapidshare

Update untuk PCMAV 1.0 RC21 (masukkan dalam direktori PCMAV RC21):
- RC21 Update Build1 (26 Oktober 2007, 72KB): Via DivShare.com.

PC Media Antivirus (PCMAV) 1.0 RC21
Copyright (c) 2007 Majalah PC Media, A member of Pinpoint Publications
Link disediakan oleh: maseko

Bulan Bintang Bukan Simbol Islam!!!

 islam-flags.jpg

Kenapa Islam menggunakan simbol bulan dan bintang?
Mungkin anda sering melihat simbol bulan dan bintang di mesjid-mesjid yang tidak lain merupakan tempat beribadah umat Islam. Atau di bendera-bendera partai yang mengaku berasaskan Islam. Atau di bendera negara yang penduduknya mayoritas beragama Islam seperti Turki, Aljazair, dan sebagainya. Akibat dari hal ini, banyak yang mengidentikkan simbol bulan dan bintang sebagai simbol untuk agama Islam.
Padahal sebenarnya, Islam tidak pernah mempunyai keterkaitan dengan simbol apapun, termasuk simbol bulan dan bintang seperti yang ditafsirkan banyak orang. Simbol bulan dan bintang sendiri pada awalnya digunakan oleh Kesultanan Turki Utsmani kira-kira pada abad ke-10 Masehi sebagai simbol resmi kesultanan. Jadi simbol ini berawal dari tujuan politik, tidak menyangkut terhadap Islam.
Bulan melambangkan wilayah kekuasaan Turki Utsmani. Ujung atas bulan melambangkan wilayah Turki Utsmani yaitu sebagian Asia. Bagian tengah bulan melambangkan wilayah Turki Utsmani yang berada di kawasan benua Eropa. Sedangkan ujung bawah bulan melambangkan benua Afrika. Lalu bintang yang terletak di tengah bulan melambangkan ibukota kesultanan Turki Utsmani yaitu Istambul karena letaknya kira-kira memang diantara tiga benua tersebut.
Namun sayangnya, simbol ini telah dianggap masyarakat luas sebagai simbol untuk agama Islam. Hal ini terbukti dengan dipasangnya simbol bulan dan bintang di puncak banyak masjid. Bahkan ada pula yang mengkaitkan simbol bulan dan bintang pada masjid ini dengan berbagai hal yang buruk. Ini tentu nantinya mendatangkan bid’ah dan fitnah yang kejam dari orang-orang kafir dan orang lainnya yang ingin menjerumuskan Islam. Anda dapat melihat salah satu contoh hal itu disini.
Sebaiknya, jika anda menggunakan simbol bulan dan bintang, jangan jadikan sebagai simbol agama. Misalnya dengan meletakkannya di puncak mesjid. Jadikanlah sebagai simbol politik Islam saja.

UN dan Egoisme Pemerintah

Pemerintah kembali berkomitmen untuk melaksanakan Ujian Nasional pada tahun 2008 nanti. Pelaksanaannyapun lebih diperluas. Jenjang Sekolah dasar (SD) yang selama ini hanya mengikuti Ujian Sekolah ikut mengikuti Ujian Nasional tahun depan nanti. Tidak hanya pelaksanaannya, nilai standar angka kelulusan yang mencapai 5,00 juga direncanakan akan ditambah.
Lebih parahnya lagi, beberapa mata pelajaran baru bahkan dimasukkan dalam daftar Ujian Nasional 2008 untuk tingkat SMP dan SMA sederajat. Sebagaimana berita yang dimuat pada Harian Pagi Padang Ekspres Minggu, 30 September 2007 yang lalu untuk SMP mata pelajaran yang diujiankan menjadi empat yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika, dan IPA. Untuk SMA bahkan lebih banyak lagi, mencapai enam mata pelajaran untuk setiap jurusan. Jurusan IPA, selain pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika harus ditambah dengan Fisika, Biologi, dan Kimia. Sedangkan jurusan IPS ditambah dengan Sosiologi, Geografi, dan Ekonomi. Untuk SMK, tergantung spesialisasi sekolah tersebut.
Badan Standar Nasional Pendidikan (BNSP) beralasan, penambahan mata pelajaran ini tidak lain demi mengakomodasikan mata pelajaran dasar yang belum masuk Ujian Nasional. Bahkan, BNSP memperkirakan bahwa hal ini tidak akan menambah beban siswa, melainkan “menambah” angka kelulusan karena mata pelajaran yang ditambahkan sesuai dengan spesialisasi di kelas masing-masing.
Pernyataan BNSP ini jelas sangat egois, tidak tahu diri, dan tidak mempunyai alasan yang kuat. Pemerintah sepertinya tidak begitu memperhatikan beratnya perjuangan siswa untuk lulus Ujian Nasional ini, mulai dari penambahan jam pelajaran sekolah, mengikuti kursus/ les di mana-mana yang membutuhkan dana yang cukup besar, hingga tersitanya waktu untuk beristirahat bagi para siswa. Apalagi bila ditambah dengan tiga mata pelajaran bagi SMA dan satu pelajaran bagi SMP, sungguh akan sangat memberatkan siswa nantinya untuk mendapatkan kelulusan.
Pemerintah juga seolah tidak tahu diri. Pelaksanaan Ujian Nasional oleh pemerintah pada kenyataannya masih banyak kekurangan. Masih banyak kecurangan yang terjadi di kalangan siswa dan juga pengawas Ujian Nasional. Bahkan, pemerintah sendiri juga banyak melakukan kecurangan-kecurangan agar hasil Ujian Nasional terlihat memuaskan. Lihatlah tatkala banyak media massa melaporkan adanya upaya Dinas Pendidikan di berbagai daerah bersama pengawas Ujian Nasional serta pihak sekolah untuk membocorkan soal dan mengupayakan semaksimal mungkin agar siswanya dapat lulus.
Kekalahan pemerintah terhadap gugatan warga negara (citizen) terhadap pelaksanaan Ujian Nasional di pengadilan negeri di Jakarta beberapa waktu karena begitu banyaknya kecurangan serta korban pelaksanaan Ujian Nasional sepertinya juga dilupakan oleh pemerintah.Padahal dengan kemenangan atas gugatan pelaksanaan Ujian Nasional ini, hal ini jelas menunjukkan bahwa pemerintah tidak mendapatkan dukungan, baik secara hukum maupun oleh masyarakat sendiri dalam pelaksanaan Ujian Nasional. Apalagi jika mata pelajaran nasional ditambah menjadi beberapa lagi.
Pemerintah seharusnya mengkaji dengan sungguh-sungguh pelaksanaan Ujian Nasional ini terlebih dahulu. Pemerintah seharusnya terlebih dahulu menutupi kekurangan pelaksanaan Ujian Nasional, bukan justru lebih memberatkan sehingga makin membuka peluang untuk berbuat kecurangan. Pemerintah meskinya jangan egois dan banyak berkoordinasi dengan siswa sendiri selaku peserta Ujian Nasional terhadap pelaksanaan Ujian Nasional yang terbaik. Pemerintah diharapkan jangan bersikap egois, mengambil keputusan yang memberatkan dalam pelaksanaan Ujian Nasional, apalagi tanpa mempunyai dukungan oleh berbagai pihak termasuk siswa sebagai peserta UN sendiri serta alasan yang logis.

Selamat Idul Fitri 1428 H

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1428 H
Mohon Maaf Lahir dan Batin

Petaka Besar di Balik Perusahaan Zionis

Karena memajang dan menuduh logo indosat dan trans tv berbau zionisme di blog saya ini, banyak pengomentar yang bertanya pada saya, bahkan ada yang marah dan mengumpat. Ada yang berkata: “Jangan berfitnah, buktikan kalo benar2 ya. Soalya Mukmin tidak pernah Su’uzhon…“, “ay ya wae…ga’ usah terlalu d’dramatisir mslh k’ya gitu…“, “gitu aje kok repot….. KAPAN MAJUNYA INDONESIA KALAU ISINYA HANYA SALING CURIGA MELULU….. ” dan sebagainya. Anda dapat melihat semuanya disini.
Sebenarnya dibalik perusahaan-perusahaan yang berbau Yahudi dan Zionis ini, ada maksud dan rencana yang lebih besar dan jahat. Namun tidak banyak yang tahu akan tujuan dan perusahaan-perusahaan milik zionis ini.
Sebagaimana yang tertuang dalam Protocol of Zions, kaumYahudi Zionis berusaha untuk menguasai dunia dan mendirikan kembali Kerajaan Sulaiman yang sudah lama hilang. Langkah awal mereka adalah menduduki kembali tanah Palestina yang merupakan pusat dari Kerajaan Sulaiman ini.
Namun, rencana kaum Yahudi Zionis ini mempunyai banyak hambatan yaitu kurangnya dana dan timbulnya perlawanan dari masyarakat muslim Palestina. Kaum Yahudi membutuhkan dana yang cukup besar untuk memenangkan pertempuran, membunuh siapapun yang melawan. dan memperoleh senjata. Untuk itulah, bangsa Israel ini mendekati Amerika Serikat yang memang merupakan negara kaya.
Tidak hanya mendekati Amerika Serikat, kaum Yahudi berusaha pula untuk menguasai perusahaan-perusahaan besar yang mempunyai keuntungan jutaan bahkan milyaran dolar. Tujuannya tidak lain tentu untuk dana perang, membiayai negara penjajah yaitu Israel serta menghancurkan rakyat Palestina yang tertindas. Alhasil, selain Indosat seperti yang sudah saya sebutkan disini, perusahaan lain seperti MC Donald, Coca Cola, KFC, Walt Disney, Klub bola Arsenal dan banyak perusahaan lainnya dikuasai oleh mereka. Anda dapat melihat refrensi lengkap tentang perusahaan Zionis ini di situs ini, atau dibuku Ketika Rupiah Menjadi Peluru Zionis yang sudah cukup lama terbit.
Nah, jadi sudah sadarkah anda, bahwa dibalik uang yang anda berikan kepada perusahaan zionis ini, anda telah turut mendukung rencana busuk Yahudi Israel dan juga turut memberikan mereka senjata untuk membunuh rakyat Palestina, dan bahkan untuk menguasai dunia di kemudian harinya.