Republic of Cesar

Ini Dia Akhir Cerita Harry Potter

Posted in Umum by cesarzc on Juli 23, 2007

Akhirnya Harry Potter seri ke 7 keluar juga. Ini tandanya, cerita tentang Harry Potter sudah tuntas dan tamat. Walaupun banyak petisi dari pembaca setia Harry Potter agar ceritanya dilanjutkan, namun JK rowling sudah terlanjur mengatakan akan menamatkan cerita sihir ini pada buku ke 7.

Cerita ini akhirnya sama dengan kebanyakan cerita lainnya: berakhir ”Happy Ending”.  Lihat saja, musuh bebuyutan Harry, Lord Valdemort akhirnya tewas. Dalam pertarungan dengan Harry, Voldemort akan tegas akibat sihir dari Elder Wand yang berbalik arah kepadanya. Jadi, sampai akhir ceritanya, Harry & kedua sahabatnya akan tetap hidup.
Diceritakan pula, pada tahun 2017, Harry yang akhirnya menikahi Ginny Weasley akan memiliki 3 orang anak yang diberi nama: James, Albus Severus, & Lily.
Ron & Hermione pun akhirnya menikah & memiliki 2 orang anak. Draco Malfoy memiliki 1 orang anak. Mereka semua bertemu di King’s Cross ketika akan mengantar anak2 mereka ke Hogwart.

Lihat cerita lengkapnya di buku Harry Potter ke 7 yang sudah terbit di Indonesia dalam Bahasa Inggris yang diterbitkan Blomsburry.

Download PC Media Antivirus RC 18

Posted in Komputer by cesarzc on Juli 23, 2007

Akhirnya PC Media Antivirus RC 18 keluaran bulan Agustus hadir juga. Hebatnya, sekarang kita sudah bisa melakukan update secara online! Rasakan keampuhannya segera dengan mendownloadnya dari link dibawah ini:
PCMAV RC18 (1.49 MB):
DivShare | Indoupload.net | Indowebster.com

link disediakan oleh: Mas Eko

Akhir Cerita Harry Potter

Posted in Hiburan by cesarzc on Juli 23, 2007

Malas menunggu Buku Harry Potter ke 7 diterbitkan dalam Bahasa Indonesia? Berikut ini merupakan sinopsis akhir cerita dari Harry Potter yang dimuat pada buku ke 7. Isi tulisan ini disadur dari http://thezoostation.wordpress.com/ dengan perubahan seperlunya.
Penasaran dengan akhir cerita Harry Potter? Gosip yang beredar kan katanya Harry Potter akan mati (bunuh diri) supaya Voldemort ikutan mati. Tapi ternyata bukan begitu. Memang akan ada yang mati dari kelompok Orde Phoenix. Tapi bukan Harry, melainkan Mad-Eye-Moody
Di seri terakhir ini akan terungkap bahwa ayah dari Dumbledore (mantan kepala sekolah Hogwarts yang sudah meninggal) ternyata merupakan penyihir yang sangat membenci kaum Muggles. Semasa hidupnya cukup banyak juga ia membantai para Muggles. Karena kejahatan itulah Dumbledore senior menghabiskan sisa waktunya di Azkaban.
Atas permintaan Dumbledore kepada Kementrian Sihir; Harry akan menerima Pedang milik Godric Griffindor dan sebuah golden snitch. Pedang Griffindor akhirnya diketahui oleh Harry bahwa pedang itu adalah pedang palsu yang telah dimantrai, sedangkan pedang asli telah digunakan oleh Dumbledore untuk membunuh salah satu horcrux. Selanjutnya Harry, Ron, & Hermione akan berpetualang mencari pedang Griffindor yang asli. Sebuah patronus-lah yang akhirnya membimbing Harry untuk menemukan pedang yang mereka cari.
Sebuah tongkat sihir sakti (halah…) akan muncul di seri ini. Elder Wand. Tongkat inilah yang akhirnya akan membawa Voldemort pada kematiannya.
Kehebatan tongkat sihir ini, adalah jika digunakan oleh pemilik yang cocok maka tidak akan terkalahkan dalam pertarungannya.
Untuk menjadi pemilik sejati, maka seorang penyihir harus dapat mengalahkan pemilik sebelumnya.
Jika di seri sebelumnya, diceritakan bahwa Albus Dumbledore mati dibunuh oleh Severus Snape sehingga membuat para pencinta Harry Potter sangat membenci Snape, maka diseri ini diketahui bahwa Snape melakukannya atas permintaan Dumbledore sendiri.
Sebelum mati karena dibunuh oleh Voldemort, Snape memberikan memory ingatannya kepada Harry sehingga Harry dapat mengetahui cerita sebenarnya.
Dalam pertarungan dengan Harry, Voldemort akan tegas akibat sihir dari Elder Wand yang berbalik arah kepadanya. Jadi, sampai akhir ceritanya, Harry & kedua sahabatnya akan tetap hidup.
Diceritakan pula, pada tahun 2017, Harry yang akhirnya menikahi Ginny Weasley akan memiliki 3 orang anak yang diberi nama: James, Albus Severus, & Lily.
Ron & Hermione pun akhirnya menikah & memiliki 2 orang anak. Draco Malfoy memiliki 1 orang anak. Mereka semua bertemu di King’s Cross ketika akan mengantar anak2 mereka ke Hogwart.

PSB Amburadul

Posted in Opini by cesarzc on Juli 17, 2007

Baru sekali PSB Online terlaksana di Kota Padang. Namun tampaknya hasilnya sangat amburadul, kacau, tidak jelas, dan juga menyimpang dari peraturan. Siswa SD dan SMP yang mendaftar untuk masuk kejenjang berikutnya banyak yang protes atas hal ini. Mengapa bisa terjadi?
Saat PSB online pertama kali dibuka, banyak orang yang belum paham bagaimana dan apa itu PSB online. Sosialisasi PSB online tidak jelas dan kebanyakan hanya dilakukan di koran-koran. Selain itu timbul pula pernyataan bahwa siswa baru dapat mendaftar secara online, tidak perlu mendaftar di sekolah. Tapi nyatanya, siswa tidak bisa mendaftar secara online dan harus mendaftar di sekolah-sekolah.
Pilihan untuk masuk sekolah negeri pun dibatasi, yaitu hanya lima. Jikalau ke lima sekolah yang dimasuki ini tidak ada yang lolos satupun, maka siswa tersebut tidak akan bisa bersekolah di sekolah negeri. Berbeda dengan sistem pada tahun sebelumnya dimana siswa boleh mendaftar sebanyak-banyaknya di berbagai sekolah negeri sehingga kesempatan untuk bersekolah di sekolah negeri cukup besar.
Sistem PSB online saat ini masih tidak mampu mengatasi masalah adanya pembagian golongan sekolah seperti sekolah unggul/ favorit dengan sekolah tidak unggul/ nonfavorit. Walaupun PSB online dilaksanakan terbuka bagi seluruh sekolah, nyatanya siswa masih memilih untuk masuk ke sekolah unggul daripada sekolah yang dianggap tidak unggul. Hal ini terlihat jelas dari lebih banyaknya siswa yang mendaftar ke sekolah unggul baik SMP maupun SMA.
Ketidakadilan juga muncul dari pelaksanaan seleksi PSB online yang hasilnya tidak bisa dirubah. Contohnya saja kejadian berikut. siswa A ingin bersekolah di sekolah X yang merupakan sekolah unggul. Namun karena nilainya kurang dari batas minimum yang ditentukan sekolah X, ia terlempar ke sekolah lain, yang merupakan pilihannya nomor dua. Lalu ada siswa B yang nilainya tidak memenuhi batas minimum di lima sekolah yang dipilihnya termasuk sekolah X. Karena suatu sebab, sekolah X masih dapat menerima siswa baru. Dalam hal ini, siswa B justru berkemungkinan besar diterima di sekolah X dan siswa A yang telah terdaftar di sekolah pilihannya yang kedua sama sekali tidak punya kemungkinan bersekolah lagi di sekolah tersebut karena ia telah ditetapkan harus bersekolah di sekolah lain karena proses seleksi PSB online ini. Sebaliknya, bila tanpa melalui sistem seleksi PSB online, siswa A masih mungkin diterima di sekolah X karena ia masih dianggap cadangan. Dari kejadian ini, tergambar jelas ketidakadilan pelaksanaan seleksi melalui PSB online. Sebaiknya pemerintah Kota Padang khususnya Dinas Pendidikan Kota Padang memikirkan kembali dilaksanakannya PSB online untuk tahun depan. Bagi kota lain hendaknya dipikirkan dahulu apakah PSB online ini dapat dilakukan atau tidak. Masih banyak kekurangan dalam sistem PSB online ini yang harus disempurnakan lagi.

Dinosaurus Berenang?

Posted in Sains by cesarzc on Juli 11, 2007

Ternyata penemuan terhadap fosil dan jejak-jejak dari dinosaurus yang banyak ditemukan di daerah yang dulunya perairan saat zaman purba semakin menguatkan ilmuwan bahwa dahulunya banyak dinosaurus yang dapat berenang. Hal ini menjawab pertanyaan para ilmuwan, apakah dinosaurus bisa berenang. Penyelidikan terhadap anatomi dan ekologi dinosaurus menunjukkan kemungkinan itu terjadi namun sangat sedikit bukti yang mendokumentasikan perilaku ini. Banyaknya penemuan terhadap hal itu akhir-akhir ini akhirnya dapat menjawab pertanyaan ilmuwan dan membuka pintu bagi penelitian baru.

Jejak Dinosaurus di Danau Purba Cemesros
Di Ceruk Cemesros, Spanyol yang merupakan bekas danau raksasa purba sejumlah ilmuwan berhasil menemukan jejak sepanjang 15 meter. Jejak yang berusia sekitar 125 juta tahun itu diduga merupakan milik dinosaurus pemakan daging. Jejak berbentuk S menunjukkan cakar hewan itu di dasar danau ketika berenang sekitar tiga meter di air. Tanda adanya hewan itu usianya sekitar 125 juta tahun berasal dari awal zaman Cretaceous, kata tim penulis di Jurnal Geology. Jejak yang ditemukan tersebut merupakan jejak dari kaki kiri dinosaurus tersebut. “Kami menemukannya sekitar tiga atau empat tahun lalu,” jelas Dr Loic Costeur, paleontologi di Universitas Nantes, Perancis dan salah seorang penulis makalah itu. “Ceruk Cameros memiliki ribuan jejak kaki dari berbagai dinosaurus namun ketika kami melihatnya kami langsung yakin ini adalah dinosaurus berenang. Jejak yang terlindung di batu pasir tersebut terdiri dari 12 jejak berturut-turut masing-masing dengan dua atau tiga tanda cakar. “Jejak kaki itu benar-benar khusus dalam bentuk dan morfologinya. Jejak-jejak itu tidak sama dengan jejak kaki hewan jalan,” kata Dr Costeur. Bersamaan dengan penemuan jejak ini, para ilmuwan tersebut juga menemukan cara bagaimana dinosaurus tersebut berenang. Menurutnya, dinosaurus tersebut berusaha melawan arus air ketika berenang dan berusaha untuk tetap bergerak lurus. Dengan menggerakkan dua bagian belakangnya: gerak mendorong panggul, dinosaurus tersebut berenang di air. “Gaya berenangnya diperkuat jalan dengan gerakan mirip yang digunakan binatang berkaki dua termasuk burung air,” tutur dokter Costeur.

Sauropoda Yang Mengambang di Air
Di Kanada, Dr. Donald Henderson dari Universitas Calgary juga menemukan hal yang sama. Ia membuktikan bahwa dinosaurus terbesar dan terberat yang pernah ada juga dapat berenang dan mengambang di air. Melalui simulasi komputer, Dr Henderson meneliti bagaimana hewan-hewan yang sudah punah itu bergerak saat berada di danau atau sungai. Ia menemukan bahwa raksasa multi ton, Sauropoda ternyata bisa mengambang di air. Dalam detail riset yang dimuat dalam journal ilmiah Biology Letters, disebutkan, Dr Henderson telah mengembangkan simulasi komputer unik. Simulasi itu dipakai untuk meneliti apa yang akan terjadi bila seekor sauropoda masuk ke air yang dalam, apakah ia akan tenggelam atau mengambang. “Kami memanfaatkan model komputer yang dipakai untuk meneliti buaya yang sedang beranang. Namun secara main-main, kami mencoba memasukkan Sauropoda dalam simulasi. Hasilnya hewan tersebut dapat mengambang,” ujar Dr. Henderson. Ilmuwan tersebut menguji simulasi menggunakan empat dinosaurus dari keluarga sauropod yang paling dikenal: Apatosaurus, Brachiosaurus, Camarasaurus dan Diplodocus. Keempatnya ternyata mengapung dalam air ketika simulasi dijalankan. “Mereka semua sepertinya hidup dekat air, namun bila air itu terlalu dalam, mereka sepertinya akan mengalami kesulitan,” kata Dr Henderson. Dikatakannya, walau bisa mengambang, tetapi bentuk tubuh hewan itu akan membuatnya terguling ke samping. Namun leher panjangnya bakal menghindarkan mereka dari kemungkinan terbalik. Saat fosil Sauropoda pertama kali ditemukan tahun 1800-an, beberapa panteolog meyakini dinosaurus ini adalah aquatik karena ukurannya sangat besar. Teori tersebut mendapat tantangan akhir tahun 1940-an, ketika seorang ilmuwan AS mengatakan bila seekor sauropoda menyelam dalam air, tekanan yang diterimanya akan mengacaukan kinerja paru-paru dan aliran udara tubuhnya, serta bisa berakibat kematian. Pandangan di atas didasarkan pada pertimbangan bahwa sauropoda memiliki tubuh sangat padat yang akan membuatnya tenggelam ke dasar danau. Namun penelitian lebih lanjut menemukan bahwa hewan tersebut memiliki tulang belakang berlubang dan berisi udara yang memungkinkan mereka mengambang di air. Namun para ilmuwan belum bisa mengetahui pasti, apakah Sauropoda betul-betul dapat berenang dengan stabil atau tidak. Lain lagi dengan pendapat Profesor Martin Lockley, seorang ahli geologi dari Universitas Colorado. Menurutnya Sauropoda lebih suka di darat daripada di air. Ia mengatakan bahwa Sauropoda hanya berada di perairan untuk minum. “Kami juga menemukan fosil-fosil Sauropoda di daratan seperti di Morrison Formation, yang jutaan tahun lalu kondisinya semi kering dan tidak banyak memiliki air,” lanjut Profesor Lockley. Di lain pihak, para palaeontolog lain sebelumnya menemukan pula fosil berupa jejak-jejak yang menunjukkan bahwa Sauropoda mampu berenang, Jejak memfosil dimaksud, diyakini dibuat oleh beberapa Sauropoda yang berenang di sepanjang dasar sungai atau danau menggunakan kaki-kaki depannya saja. Dikatakan Dr Henderson, jejak-jejak itu mungkin berasal dari Brachiosaurus yang dengan kaki-kaki depannya menjejak dasar sungai untuk melenting ke depan.

Ditemukan! Dinosaurus Burung Perenang
Bukti bahwa dinosaurus juga bisa berenang juga ditemukan di sepanjang pesisir laut purba di Wyoming. Jejak-jejak dinosaurus yang selama ini belum dikenal membuktikan hal itu. Jejak tersebut diperkirakan dibuat sekitar 165 juta tahun lalu ketika seekor dinosaurus berkaki dua setinggi 1,8 meter memasuki air dan lambat laun tidak lagi menginjak dasar air, karena mulai berenang. “Ukurannya hampir sebesar burung onta, dan ia adalah pemakan daging. Jejaknya menunjukkan hewan ini berjalan di sepanjang garis pantai lalu mulai berenang, mungkin untuk mencari ikan atau bangkai,” kata Debra Mickelson, peneliti lulusan Universitas Colorado di Boulder. Penemuan Mickelson ini merupakan sebuah temuan besar. Selain membuktikan bahwa Dinosaurus dapat berenang, ini juga bukti pertama danya dinosaurus di sini selama periode Jurassic pertengahan. Sampai saat ini pencarian jejak hewan ini akan diteruskan, terutama untuk mencari tulang belulangnya. Belum ada nama yang diberikan pada hewan perenang tersebut. Mickelson memperkirakan jika dinosaurus perenang yang ditemukannya ini mempunyai karakteristik seperti burung, bahkan mungkin juga ia adalah nenek moyang burung. Ia hidup pada periode yang jauh sebelum dinosaurus besar ditemukan dan juga berbeda dengan jenis seperti Tyrex atau Allosaurus. Jejak-jejaknya tercetak di dataran kuno yang dijuluki Sundance Sea, bekas lautan yang dahulu menutupi Wyoming, Colorado, dan bagian-bagian barat AS lainnya. Tempat itu dahulu diperkirakan hangat dan memiliki perairan dangkal seperti Teluk Meksiko saat ini. “Dinosaurus perenang ini memiliki empat kaki dan berjalan dengan kaki belakangnya, yang masing-masing berjari tiga. Jejaknya memperlihatkan dinosaurus tersebut semakin mengambang ketika ia makin jauh masuk ke air. Jejak utuhnya lama-lama menjadi setengah, kemudian menjadi jejak kukunya saja, lalu menghilang.” ujar Mickelson. Bersama jejak ini juga ditemukan jejak buaya purba dan cacing-cacing laut.