Mengupayakan Penyelesaian Masalah Kesetaraan Gender
Selama ini masalah kesetaraan gender selalu menjadi perhatian. Terlebih lagi akhir-akhir ini dimana maraknya kasus kekerasan terhadap wanita dan berbagai hal lain seperti poligami dan pelecehan-pelecehan seksual. Masalah ini sepertinya tidak ada habis-habisnya dibicarakan dan diupayakan penyelesaiannya sejak manusia diciptakan.
Sebenarnya apa yang menyebabkan adanya masalah-masalah mengenai kesetaraan gender ini? Coba kita telusuri asal mula adanya laki-laki dan perempuan. Munculnya laki-laki dan perempuan merupakan salah satu dari bentuk keanekaragaman penciptaan makhluk hidup yang berpasang-pasangan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Di dalam Islam, Al Quran menyebutkannya dalam Surat Adz-Dzariat ayat 49,”Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat akan kebesaran Allah.” Di dalam Surat An-Najm ayat 27 juga disebutkan ,”Dan bahwasanya Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan laki-laki dan perempuan.”
Laki-laki dan perempuan merupakan salah satu bentuk pasangan makhluk hidup yang diciptakan Tuhan. Selain manusia banyak lagi contoh hal yang diciptakan berpasangan. Contohnya adanya jantan dan betina, materi dan antimateri, siang dan malam, makhluk hidup dan makhluk tak hidup.
Setiap pasangan mempunyai ciri khas dan perbedaan masing-masing. Perbedaan itu akan saling melengkapi bila disatukan.
Secara mendasar, laki-laki dan perempuan memiliki perbedaan fisik. Perempuan memiliki fisik yang lemah dan mental yang lembut dan perlu dilindungi. Laki-laki memiliki fisik yang kuat serta mental yang keras sehingga derajatnya dianggap lebih tinggi dan cocok menjadi seorang pemimpin. Sebagai seorang pemimpin dan mempunyai kedudukan satu tingkat di atas perempuan, laki-laki harusnya melindungi perempuan. Namun seringkali laki-laki itu malah menyiksa dan merugikan perempuan dengan kekuatannya. Akhirnya perempuan selalu menjadi pihak yang dirugikan.
Dalam tingkatan selanjutnya, perbedaan fisik ini tertanam kuat pada nilai-nilai sosial dan budaya dalam masyarakat. Misalnya saja perempuan tidak perlu bersekolah tinggi-tinggi. Cukup dengan mengurusi rumah, menikah kemudian mengurusi suami dan anak-anaknya. Atau anggapan jika perempuan harus selalu menuruti kata suami. Atau juga anggapan lain jika hanya laki-laki yang berhak untuk menikah lebih dari satu kali, sedangkan perempuan tidak boleh.
Namun setelah munculnya paham liberalisme atau kebebasan, perempuan yang selama ini merasa terbelenggu dan dikekang hak-haknya mulai berjuang untuk mendapatkan persamaan hak dengan laki-laki. Mereka ingin agar mereka bisa setara dan dapat melakukan segala hal yang selama ini hanya dikuasai dan boleh dilakukan oleh laki-laki. Akhirnya munculah emansipasi wanita di seluruh dunia.
Di Indonesia sendiri, emansipasi wanita dipelopori oleh R.A. Kartini. Ia mendirikan sekolah-sekolah putri sebagai jalan untuk mencerdaskan perempuan pada masa itu. Ia juga sering bertukar pikiran dengan teman-temannya melalui surat-suratnya mengenai cara bagaimana memperjuangkan hak wanita dan menuntut persaman hak.
Namun emansipasi ini kemudian banyak mendapat tantangan. Perempuan yang melakukan emansipasi dianggap meminta terlalu banyak hak kepada laki-laki dan laki-laki sendiri merasa hak-haknya mulai dirampas dan merasa perempuan tidak pantas melakukan hak-haknya. Masing-masing pihak egois dan mendahulukan kepentingan masing-masing. Pada akhirnya, titik temu penyelesaian masalah kesetaraan gender tidak bertemu hingga kini.
Seharusnya agar masalah kesetaraan gender ini tidak berlarut-larut, perlu adanya pengertian dari kedua pihak terhadap kelebihan dan kekurangan masing-masing. Jangan hendaknya ada rasa egois dan menang sendiri serta menganggap keadaan masing-masing pihak lebih tinggi daripada yang lainnya. Dengan adanya pengertian ini, masalah kesetaraan gender ini mungkin dapat terselesaikan.
Kesetaraan Gender Ala Minangkabau
Suku bangsa Minangkabau memiliki pandangan menarik terhadap perbedaan gender ini. Pandangan di Minangkabau berbeda dibandingkan dengan pandangan suku bangsa lainnya, baik di Indonesia maupun dunia.
Minangkabau dikenal sebagai bangsa yang menganut sistem Matrilineal yang artinya menganut sistem kekerabatan menurut garis keturunan ibu. Suku Minangkabau adalah satu-satunya suku di dunia yang menganut sistem Matrilineal ini. Selain Suku Minangkabau, suku lain menganut sistem Patrilineal yang artinya menganut sistem kekerabatan menurut garis keturunan ayah.
Di dalam sistem Matrilineal ini, laki-laki dan perempuan memiliki kedudukan-kedudukan istimewa tertentu. Kadang pihak laki-laki mendapat kedudukan lebih tinggi. Kadang pula perempuan mendapat kedudukan lebih tinggi.
Misalnya saja dalam hal kepemimpinan. Karena keadaan fisik dan wibawanya, laki-lakilah yang berhak menguasai dan memimpin kaum. Laki-laki juga lebih ditinggikan sedikit dibandingkan dengan perempuan. Apabila laki-laki yang memimpin kaum telah meninggal, maka penggantinya haruslah seorang laki-laki juga yang berasal dari garis keturunan ibu. Hal ini sejalan dengan aturan adat dan aturan agama Islam yang dianut oleh bangsa Minangkabau yang terdapat dalam Al-Quran surat An-Nisa’ ayat 34 ,”Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka.” Karena itu perempuan tidak ada yang memimpin kaum di Minangkabau.
Selain itu perempuan di Minangkabau harus patuh dan hormat pada laki-laki bila menjadi suaminya. Apalagi bila suaminya menjadi penghulu dalam kaum. Perempuan juga harus mampu mengatur rumah tangga dengan baik. Apabila telah mempunyai anak, perempuan harus mampu mendidik anak dengan baik.
Namun meskipun laki-laki adalah pemimpin kaum di Minangkabau, perempuan bukan berarti mendapat kedudukan yang rendah. Di Minangkabau, perempuan adalah lambang kehormatan. Kehormatan itu bukan saja dari segi fisik, tapi juga budi pekerti dan sikapnya. Oleh karena perempuan adalah lambang kehormatan, laki-laki meski menjaganya. Hal ini diungkapkan dalam kata pusaka adat Minangkabau sebagai berikut:
Bundo kanduang,
limpapeh rumah nan gadang,
sumarak dalam nagari,
hiasan di dalam kampuang,
nan tahu di malu sopan,
kamahias kampuang jo halaman,
sarato koto jo nagari,
sampai ka balai jo musajik,
sarato jo rumah tanggo.
Dihias jo budi baiak,
malu sopan tinggi sakali,
baso jo basi bupakaian,
nan gadang basa batuah,
kok hiduik tampek banazar,
kok mati tampek baniat.
Tiang kokoh budi nan baiak,
pasak kunci malu jo sopan,
hiasan dunia jo akhirat,
awih tampek mintak aia,
lapa tampek mintak nasi.
Selain itu secara ekonomi, perempuan juga mesti dilindungi. Perempuan di Minangkabau tidak dianjurkan untuk banyak bekerja. Untuk memenuhi kebutuhannya, laki-laki harus mencarinya dan menggunakan untuk kesejahteraan bersama. Selain itu dalam hal harta pusaka, perempuan dewasa di Minangkabau berhak menggunakan dan menguasainya. Laki-laki hanya berhak menjaga dan memeliharanya.
Bila terjadi kemelut dalam rumah tangga, maka pihak laki-laki yang harus keluar lebih dahulu. Ia tidak boleh mengusir perempuan yang menjadi istrinya. Bila istrinya yang keluar, maka laki-laki tersebut akan tercemar namanya dan dianggap kurang baik.
Selain hal yang disebutkan diatas, hak dan kewajiban antara laki-laki dan perempuan yang lainnya adalah sama di Minangkabau. Laki-laki dan perempuan berhak atas pendidikan, kehidupan, kesenangan, kebahagiaan, perekonomian, agama, dan sebagainya.
Inilah model kesetaraan gender ala Minangkabau. Meskipun di satu sisi ada pihak yang diuntungkan, namun pihak tersebut tidak selamanya selalu diuntungkan. Setiap pihak, baik laki-laki maupun perempuan pada akhirnya akan memiliki hak dan kewajiban yang seimbang. Meskipun dalam kepemimpinan, laki-laki memiliki satu tingkat lebih tinggi, namun perempuan tetap memiliki hak-hak yang tidak boleh dihilangkan.
Mungkin hubungan antar gender di Minangkabau ini dapat dipelajari dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di masa mendatang. Kemudian diharapkan agar masalah ketidak adilan gender ini dapat terselesaikan pada masa mendatang.
PC MEDIA AntiVirus Ver. 0.1 RC 17
Versi PCMAV RC 17 terbaru
Akhirnya PC MAV untuk Bulan Juli keluar juga. Silahkan nikmati keampuhan antivirus dari lab. PC Media ini. Ada beberapa link untuk mendownloadnya.
Tidak seperti PC MAV RC 16 yang dideteksi sebagai virus, tampaknya PC MAV RC 17 kali ini bebas dari dugaan virus dari antivirus lain — bila anda telah mengupdate anti virus itu pula.
Selamat menikmati keampuhan PC MAV
PCMAV RC17 + RTP Beta7(1.26 MB):
DivShare | GudangUpload.com | GilaUpload.com
link disediakan oleh: maseko






3 komentar