Republic of Cesar

Polusi di Jalanan Lebih Berbahaya dari yang Diperkirakan

Posted in Sains by cesarzc on Juni 20, 2009

Polusi

Anak-anak bisa jadi terkena resiko yang lebih tinggi terhadap partikel mikroskopik akibat polusi lalu lintas dari yang sebelumnya diperkirakan. Temuan awal sebuah studi yang dilakukan di London menunjukkan kapasitas paru-paru anak yang berusia delapan hingga sembilan tahun lima persen lebih sedikit dibandingkan kapasitas paru-paru anak-anak pada umumnya seperti yang dilansir situs BBC. Studi ini dipimpin oleh Professor Jonathan Grigg dari Centre for Paediatrics dan London School of Medicine and Dentistry.
Partikel tersebut, yang selanjutnya disebut partikulat diproduksi dari gas buangan kendaraan dan jauh lebih kecil dibandingkan lebarnya ukuran rambut manusia. Ukurannya lebih kurang 10 mikron dan sering disebut sebagai PM10. Hasil ini datang dari peneliti pada Lancaster University yang mengatakan bahwa partikulat biasanya jauh lebih banyak dibandingkan yang ditunjukkan alat pendeteksi pencemaran udara biasa.
Analisis dari partikulat yang dikumpulkan dari berbagai daerah di kota London juga membuat peneliti memperkirakan bahwa polusi amat berpengaruh terhadap tinggi badan seorang anak. Inggris selama ini telah mendapatkan peringatan dari Uni Eropa atas dua kali pelanggaran terhadap standar polusi partikulat.
“Temuan kita di wilayah timur London menunjukkan bahwa anak yang tinggal di daerah tersebut mempunyai fungsi paru-paru yang lebih rendah dibandingkan yang selama ini diperkirakan dari rata-rata nasional,” kata Proffesor Grigg. “Polusi udara ini akan meningkatkan resiko terhadap munculnya gangguan pernapasan seperti asma dan infeksi dan resiko ini bisa jadi juga akan terjadi pada orang yang lebih dewasa,” tambahnya.

Kurang Tidur Rawan Hipertensi

Posted in Sains by cesarzc on Juni 20, 2009

Studi yang dilakukan oleh ilmuwan Amerika Serikat membuktikan bahwa kurang tidur dapat menyebabkan penyakit darah tinggi. Studi yang awalnya dilakukan untuk mengukur rata-rata lama waktu orang dewasa tidur ini menunjukkan bahwa kekurangan satu jam waktu tidur setiap hari selama lebih dari lima tahun meningkatkan resiko tekanan darah tinggi mencapai 37 persen.
Seperti yang dikutip dari Reuters, studi ini juga menjelaskan mengapa laki-laki berkulit hitam yang biasanya kurang tidur terkena tekanan darah tinggi.
“Orang yang tidak tidur secukupnya lebih dari lima tahun akan memperbesar resiko terkena hipertensi, kata Kristen Kunutson dari University of Chicago dalam laporannya di Laporan Internal Pengobatan.
Orang dewasa butuh sekitar tujuh hingga sembilan jam per hari menurut Pusat Kontrol Penyakit Amerika Serikat. Namun kebanyakan orang dewasa mempunyai waktu tidur yang tidak mencukupi sehingga beberapa peneliti mulai mempelajari dampak kebiasaan ini.
Pada anak-anak, kurang tidur dapat meningkatkan obesitas, depresi, dan tekanan darah tinggi. Pada orang yang lebih tua, resiko terjadinya akan lebih meningkat. Dan pada orang dewasa, meningkatkan resiko terjadinya infeksi, penyakit jantung, stroke, dan kanker.
Studi ini mengambil sampel 578 orang dewasa dengan rata-rata umur 40 tahun. Mereka mengambil tekanan darah masing-masing dan waktu tidur. Hanya satu persen yang tidur lebih dari delapan jam.

Komputer Rumah Banyak Timbulkan Cedera

Posted in Komputer, Sains by cesarzc on Juni 20, 2009

Sejak semakin banyaknya rumah yang memiliki komputer, angka cedera yang ditimbulkan akibat kesalahan penggunaan pada komputer turut meningkat, terutama pada anak-anak. Demikian hasil penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat seperti yang dikutip oleh Reuters dan dipublikasikan Selasa lalu.
Selama tahun 1994 hingga 1996, peneliti menemukan bahwa terjadi peningkatan lebih dari tujuh kali lipat orang Amerika yang dilarikan ke UGD akibat cedera yang berhubungan dengan komputer seperti leserasi (cedera pada jaringan kulit akibat sayatan/ goresan pada kulit), abrasi (lecet pada membran mukus), dan bruise (cedera pada jaringan dalam kulit tanpa menimbulkan luka luar).
Sampai saat sekarang ini, studi kebanyakan berfokus pada cedera kronis yang berhubungan dengan penggunaan komputer secara langsung seperti pusing, penglihatan yang mengabur, dan eczema pada jari yang menggunakan mouse komputer. Namun, masalah lainnya yang timbul akibat komputer rumah juga meningkat.
Dari semua kelompok umur, anak-anak di bawah lima tahun mempunyai tingkat cedera yang paling tinggi dimana mereka mendapatkan luka akibat terbelit oleh kabel komputer.
Rumah saat ini merupakan pemakai komputer sekolah terbanyak dibandingkan dengan sekolah dan perkantoran, menurut artikel yang dipublikasikan pada Jurnal Kesehatan di Amerika. Lebih dari 90 persen cedera yang berhubungan dengan komputer terjadi di rumah. Hal ini berarti setiap keluarga harus mengambil tindakan untuk melindungi diri mereka daro cedera akibat komputer ini menurut Dr. Lara B. McKenzie dari rumah sakit pusat anak Amerika di Columbus, Ohio. Ia juga menyarankan agar komputer diletakkan di tempat yang aman dan jauh dari jangkauan anak.

Teknik Menjebol Password untuk Pemula

Posted in Komputer by cesarzc on Mei 22, 2009

teknik-menjebol-password-aSpesifikasi Buku
Judul Buku: Teknik Menjebol Password untuk Pemula
Penulis: Dominikus Juju & MataMaya Studio
Penerbit: Elex Media Komputindo
Tebal: xiii+164 halaman
Cetakan: Kedua, Maret 2008
Id Produk: EMK121080481

Pada komputer, password biasanya digunakan untuk melindungi data rahasia dan penting yang tidak boleh digunakan oleh sembarang orang. Namun kadangkala password tersebut justru menjadi “bumerang” bagi yang membuatnya, misalnya Anda lupa passwordnya atau lupa menaruh catatan password. Di sinilah peranan password recovery diperlukan untuk membongkar atau menjebol password yang digunakan.

Buku Teknik Menjebol Password untuk Pemula ini akan mengajarkan Anda bagaimana mendapatkan kembali password pada data penting yang mungkin tidak Anda ingat. Selain itu buku ini juga mengajarkan bagaimana cara membuat password dan mengecek keamanannya. Dengan demikian kita bisa mengukur seberapa aman data penting yang telah kita beri password, baik komputer stand alone maupun yang terkoneksi ke jaringan.

Teknik yang diajarkan buku ini tidak sulit karena aplikasi yang digunakan kebanyakan yang biasa kita gunakan sehari-hari seperti menjebol password MS Office, Winzip dan Winrar, proteksi PDF, LAN, YM, dan masih banyak lagi. Kebanyakan teknik menjebol password pada buku ini menggunakan aplikasi penjebol password yang mudah Anda dapatkan dan gunakan.

Dalam menggunakan buku ini, Anda juga diharapkan berpikir bijak dengan memanfaatkan setiap teknik yang diajarkan untuk hal-hal yang baik dan keselamatan Anda tatkala lupa dengan password yang Anda buat. Juga sebagai pembelajaran bagaimana dengan mudahnya password ditembus oleh seseorang.

Pendidikan di Indonesia dari Waktu ke Waktu

Posted in pendidikan by cesarzc on Mei 14, 2009

Selama sejarah bangsa Indonesia, aspek pendidikan merupakan satu hal yang tidak dapat dipisahkan dari kelangsungan hidup bangsa Indonesia itu sendiri. Munculnya Sriwijaya dan Majapahit sebagai kerajaan nusantara pada masanya dengan berbagai karya agung yang masih dapat kita temukan hingga saat ini hingga merdekanya bangsa ini tidak lepas dari pengaruh pendidikan pada masa itu. Di samping itu, pendidikan di Indonesia banyak mengalami perubahan dari waktu ke waktu, dari yang semula hanya diperuntukkan untuk kalangan agamawan dan bangsawan, hingga pendidikan yang merata untuk semua kalangan. Inilah perjalanan pendidikan di Indonesia dari waktu ke waktu dan tokoh yang mewarnainya.

Zaman Hindu-Budha
Sistem pendidikan pada masa lalu Hindu-Budha, antara abad ke-4 hingga 13 Masehi terekam baik dalam berbagai catatan dan peninggalan sejarah. Sistem pendidikan Hindu-Buddha dikenal dengan istilah karsyan. Karsyan adalah tempat yang diperuntukan bagi petapa dan untuk orang-orang yang mengundurkan diri dari keramaian dunia dengan tujuan mendekatkan diri dengan dewa tertinggi. Karsyan dibagi menjadi dua bentuk yaitu patapan dan mandala. Patapan memiliki arti tempat bertapa, tempat dimana seseorang mengasingkan diri untuk sementara waktu hingga ia berhasil dalam menemukan petunjuk atau sesuatu yang ia cita-citakan. Sedangkan mandala atau kedewaguruan merupakan tempat suci yang menjadi pusat segala kegiatan keagamaan, sebuah kawasan atau kompleks yang diperuntukan untuk para wiku/pendeta, murid, dan mungkin juga pengikutnya. Mereka hidup berkelompok dan membaktikan seluruh hidupnya untuk kepentingan agama dan nagara. Mandala tersebut dipimpin oleh dewaguru.

Zaman Islam
Berkembangnya kerajaan Islam di nusantara pada abad ke-13 Masehi juga menimbulkan pengaruh kepada dunia pendidikan. Bisa dikatakan sistem pendidikan pada masa Islam merupakan bentuk akulturasi antara sistem pendidikan patapan Hindu-Buddha dengan sistem pendidikan Islam yang telah mengenal istilah uzlah (menyendiri). Akulturasi itu tampak pada sistem pendidikan dimana guru dan murid berada dalam satu pemukiman yang disebut pesantren. Selain itu pada umumnya pesantren jauh dari pemukiman penduduk, keramaian masyarakat, dan juga kota-kota besar.
Namun kedatangan penjajah di Indonesia sedikit banyak telah menghambat perkembangan pendidikan di Indonesia pada masa itu. Pendidikan dianggap dapat menimbulkan benih-benih perlawanan di kalangan rakyat sehingga pemerintah kolonial menghambat pendidikan di Indonesia pada masa itu.

Zaman Kolonial
Hingga tahun 1903, pendidikan formal hanya diperuntukkan bagi putra-putri Belanda. Munculnya kaum Etis yang di pelopori oleh Pieter Brooshooft dan C.Th. van Deventer membuka mata penjajah Belanda untuk memberikan pendidikan kepada kaum pribumi. Sejak itulah berbagai sekolah didirikan baik untuk kaum priyayi maupun rakyat biasa yang hampir merata di daerah-daerah. Namun pendidikan yang diberikan hanya sebatas pendidikan untuk membaca, menulis, dan berhitung. Sekolah yang ada pada masa itu diantaranya ELS, HIS, HCS, MULO, AMS. Semuanya untuk tingkat sekolah dasar dan menengah. Sementara itu untuk sekolah tinggi terdapat STOVIA (sekolah kedokteran) dan Rechts School (sekolah hukum). Tujuan Belanda memberikan pendidikan tersebut tidak lain hanyalah untuk mempekerjakan mereka demi kepentingan Belanda seperti karyawan perusahaan Belanda, pegawai rendahan, buruh, dan sebagainya. Selain di sekolah-sekolah yang didirikan Belanda di Indonesia, banyak juga yang bersekolah di luar negeri seperti di Belanda. Mereka yang bersekolah di luar negeri ini kelak menjadi tokoh-tokoh yang memunculkan pergerakan nasional menuju kemerdekaan Indonesia. Tidak hanya sekolah yang didirikan pemerintah kolonial Belanda, berdiri pula institusi pendidikan yang berasal dari rakyat sendiri seperti Taman Siswa oleh Ki Hadjar Dewantara, Sekolah Kartini, INS Kayutanam, dan Muhammadiyah.
Masuknya Jepang ke Indonesia pada masa Perang Dunia II sedikit banyak telah merubah sistem pendidikan di Indonesia. Setidaknya ada tiga macam perubahan mendasar pada pendidikan yang terjadi pada masa pendudukan Jepang ini. Yang pertama disederhanakannya segala macam jenis dan tingkat pendidikan menjadi satu macam saja yang berlangsung selama enam tahun. Kedua, pendidikan tidak lagi memandang status seseorang apakah dia pribumi atau golongan priyayi dan juga penggunaan Bahasa Indonesia dalam pengajaran. Ketiga, indoktrinisasi pengaruh Jepang untuk kepentingan perang. Melalui sekolah, Jepang menanamkan semangat untuk mewujudkan “Kemakmuran Bersama Asia Timur Raya”.

Zaman Kemerdekaan
Segera setelah kemerdekaan, para pemimpin Indonesia menjadikan pendidikan sebagai hak setiap warga negara, mencerdaskan kehidupan bangsa menjadi tujuan nasional. Dicanangkanlah bahwa dalam 10 tahun ke depan pada waktu itu seluruh anak Indonesia harus bisa menikmati sekolah. Oleh karena itu dilakukan berbagai pembenahan seperti penambahan jumlah pengajar, pembangunan gedung sekolah, dan sebagainya. Pemerintah juga membagi tingkatan pendidikan seperti Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, dan Perguruan Tinggi.
Pada awal kemerdekaan, pembelajaran di sekolah-sekolah lebih ditekankan pada semangat nasionalisme dan membela tanah air. Namun setelah berakhirnya perang kemerdekaan, sistem pendidikan berangsur-angsur diperbaiki. Kurikulum pendidikan pada masa kolonial mulai ditinggalkan dan diganti dengan kurikulum nasional. Selain itu, pemerintah juga menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama dalam pembangunan dengan memberikan 20% dari APBN untuk pendidikan.